Malaysia

Bako National Park: Ada Batu Lapis dan Babi Berjenggot

Setelah lima hari menikmati keindahan dan kesejukan Kota Sabah, aku dan teman-teman Blogger melanjutkan Fam Trip yang kali ini bersama Sarawak Tourism Board dan pastinya Air Asia dong. Menurut jadwal itinerary kami berada di Sarawak selama dua hari. Destinasi pertama yang kami kunjungi adalah Bako National Park, sebuah kawasan hutan lindung yang didirikan pada tahun 1957 dan merupakan taman tertua dan terkenal di Sarawak. Di Bako National Park kamu akan menemukan pantai yang sunyi, batu lapis, babi berjenggot, kera ekor panjang, bekantan, kepiting kecil, ular, burung-burung dan hewan-hewan lainnya.

bako national park

Gerbang utama Ckrek By : Dyah

Untuk menuju ke Bako National Park kami diantar langsung oleh Bang Kevin alias Hamish Daud KW super dari Sarawak Tourism Board dan Aunty Anna atau kami akrab menyapanya Kak Anna, sebagai tour guide kami.
Untungnya Bang Kevin tidak keberatan dimirip-miripin sama Hamish Daud suaminya Raisa Bang Kevin hanya bilang “hanya familiar saja..” You are so humble, Bang. Btw, Bang Kevin juga seorang Blogger kamu bisa baca blognya di www.dayakwanderer.com

Bersama Aunty Anna dan my roommate Dyah

Karena lokasi taman terletak di seberang pulau kami menggunakan kapal motor untuk mencapainya. Seperti biasa safety first kami wajib menggunakan life jacket sebelum naik ke atas kapal motor. Di sepanjang perjalanan lagi-lagi pemandangan hijau tanaman bakau berdiri kokoh di pinggir pantai memanjakan mataku. Aku suka, aku suka πŸ˜€

Ckrek By : Dyah

Waktu tempuh perjalanan kurang lebih 30 menit kami tiba di Bako National Park pasir putih, pantai yang sunyi, batu-batu besar menjulang seolah menyapa selamat datang kepada kami. Aku yang tidak menggunakan sandal saat itu agak sedikit ribet harus membuka sepatu karena penumpang kapal motor harus turun langsung ke air tanpa jembatan penghubung. Aku dibuat terkagum-kagum melihat batu-batu besar dengan ukiran cantik mirip kue lapis. Mendengar cerita dari Aunty Anna, lapisan-lapisan batu itu terbentuk dengan sendirinya karena air laut. Aku segera mengeluarkan kamera jepret sana jepret sini mengambil gambar. Pose ala ala girlband dan boyband pun kami lakoni haha.. kelakuan πŸ˜€

Spice Girls KW Super

Backstreet Boys KW Super Banget

Sebenarnya aku masih terlena dengan keindahan batu lapis tapi Aunty Anna sudah memanggil kami untuk melanjutkan kunjungan ke Bako National Park melihat beraneka hewan-hewan yang dilindungi seperti bekantan, ular, dan aneka jenis burung. Ohya, kalau kamu melihat babi berjanggut berkeliaran ditepi pantai jangan kaget ya.. karena memang Bako National Park ini adalah habitatnya. Babi berjanggut atau dalam bahasa ilmiahnya Sus barbatus adalah sejenis babi liar (babi hutan) yang menyebar di Semenanjung Malaya, Sumatera, Kalimantan, dan Kepulauan Sulu. (sumber: Wikipedia). Babi berjanggut ini warnanya hitam, ada janggutnya hari itu mungkin dia lupa mandi jadi agak sedikit kotor ya..

Babi Berjanggut Ckrek By : Dyah

Sebelum memasuki taman aku mencuci kaki dulu dan menggunakan kembali sepatuku yang sedari tadi kujinjing tapi sungguh, kunikmati keribetan ini πŸ˜€ . Kami mulai berjalan kaki memasuki kawasan taman hewan yang pertama kali aku lihat adalah ular berwarna hijau.. ya ya aku suka hijau.

Ular Viper Ckrek By : Dyah

Lupakan sejenak takut sama ular, yang penting aku bisa melihat langsung ular berwarna hijau (Wagglers pit viper).
“Jangan dekat-dekat ya, ” pesan Aunty Anna kepada kami yang mengambil gambar si ular hijau ini. Selanjutnya kami melihat bekantan yang asik melompat dari satu pohon ke pohon lainnya gak bisa diam banget ya.. ini kan kita mau fotoin kamu, tan.

Para turis dari berbagai negara berusaha mengambil gambar bekantan yang sedang bergelantungan di pohon

Pegal kelamaan mendongak ke atas karena melihat bekantan yang lagi happy itu kuarahkan pandanganku ke bawah dan eh.. ada babi hutan. Babi ini lucu bentuknya beda dari babi kebanyakan dan yang unik ada janggutnya.
Sepertinya babi ini sudah terbiasa dengan keberadaan manusia di sekitar dia. Dia hanya lewat aja nyantai tanpa menoleh sedikitpun kepadaku hahaaa.. sombong nih si babi.

Babi berjanggut Ckrek By : Dyah

Perjalanan masih terus dilanjutkan, untungnya kakiku mau diajak kerjasama tidak ada rasa pegal yang berarti palingan hanya haus dan keringatan saja. Dan ini adalah bagian serunya, kami trekking memasuki kawasan hutan yang sebenarnya hmm.. ada apa ya di dalam hutan sana. Aunty Anna sangat kuat, melihat kondisi dan umur Aunty Anna yang sudah seharusnya di rumah bermain bersama cucu.Β Tapi dengan sabar dan kuatnya beliau memberi semangat kepada kami. Di sepanjang perjalanan Aunty Anna bercerita kalau dulunya beliau adalah seorang Polwan, ohh pantas aja.. so proud of you,Β Aunty.

Aunty Anna dan Bang Kevin Hamish

Kami memasuki hutan diajak melihat pohon tongkat ali, tumbuhan yang katanya bisa menambah stamina para pria, aku juga melihat lebah kelulut yang menghasilkan madu seperti yang aku cicipi di Mari Mari Cultural Village. Sebenarnya masih ada lokasi yang kami jalani tapi letaknya masih agak jauh.Β  Setelah mempertimbangkan waktu kami sepakat memilih kembali.

Di tengah perjalanan kembali ke gedung utama kami bertemu dengan pengunjung lain. Mereka tertawa melihat tingkah lucu Kak Salman yang saat itu memakai kipas mini portable. πŸ˜€

Tiba saatnya makan siang kali ini makan siangku ditemani monyet-monyet kecil yang sesekali iseng mengambil makanan dan minuman yang ada di meja pengunjung haha.. Ohya, kami makan di tempat semacam kantin di taman ini uniknya setelah makan kamu harus mengantar sendiri piring ke tempat cuci piring di belakang tenang, hanya mengantar aja kok gak disuruh cuci :D.Β  Tapi sebelumnya sisa-sisa makanan yang tidak kamu habiskan harus kamu buang dulu ke tempat sampah sesuai dengan kategorinya sampah basah atau kering.. rapi ya.

Kera ekor panjang Ckrek By : Dyah

Selesai bersantap siang, Aunty Anna kembali mengajak kami jalan-jalan melihat tupai terbang kali ini kakiku sedikit mulai manja dan aku lelah..Β  Akhirnya aku dan beberapa teman-teman Blogger memilih untuk kembali ke tepi pantai untuk menikmati kembali batu lapis dan berfoto-foto tentunya πŸ˜€
Batu lapis ini benar-benar menakjubkan. Aku merasa sangat kecil di tengah alam ciptaan Tuhan yang megah ini.

Aku juga mencoba untuk memanjat batu dan duduk di sana. Setelah melalui proses panjang akhirnya aku bisa duduk santai di atas batu. Bisa naik gak bisa turun, lagi lagi aku harus merepotkan teman-teman Blogger untuk bisa turun ke bawah. Haha.. sok sok an mau naik sih, Multi πŸ˜€

Akhirnya bisa naik juga ke atas sini

Bako National Park ini sangat cocok untuk kamu yang suka alam, hutan hujan, tumbuh-tumbuhan langka, satwa liar, hingga trekking di dalam hutan. Semua paket wisata ini bisa kamu cek di website resminya www.sarawaktravel.com.


Sebelum pulang kami menyempatkan diri untuk berfoto bersama.

Indonesian Blogger bersama Bang Kevin Hamish dan Aunty Anna

This Post Has One Comment

  1. Putri Kecil Reply

    keren banget sis! rencananya dulu saya juga mau ke sana. Tapi belum kesampaian hehe..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Banner