Ada kebahagiaan tersendiri ketika bisa bercerita tentang kota tempat kita tinggal kepada orang lain. Apalagi jika kesempatan itu datang melalui kegiatan APEKSI Muda 2026 di Singkawang, Kalimantan Barat.
Pada 15 Oktober 2026, aku mendapat kesempatan untuk menjadi bagian dari kegiatan APEKSI Muda 2026 di Kota Singkawang, sebagai tour guide dalam kegiatan Warga Muda Walking Tour.
Berawal dari Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Singkawang, Bapak Mokhlis menghubungiku dan menawarkan kesempatan untuk menjadi tour guide dalam kegiatan Singkawang Walking Tour di rangkaian APEKSI Muda 2026.
Jujur, tawaran ini terasa menyenangkan sekaligus menantang. Senang karena bisa memperkenalkan Singkawang kepada anak-anak muda dari berbagai daerah, sekaligus punya kesempatan untuk menceritakan hal-hal menarik dari kota sendiri yang mungkin belum banyak mereka ketahui.
Setelah menerima tawaran tersebut, aku mulai berkoordinasi dengan Tri Fakhri Ardi dan Salsabila Kusumawardhani, alumni YCC Kota Singkawang 2025. Koordinasi juga berlanjut bersama Pak Erli selaku Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Kota Singkawang, Kak Ira sebagai panitia pelaksana di Singkawang, Kak Sisil dari panitia APEKSI Muda, serta rekan-rekan tour guide lainnya, Sri Nurchotimah dan Bang Yudhi.

(Ki-Ka) Tri Fakhri Ardi, Diriku, Sri Nurchotimah, Salsabila Kusumawardhani, Kak Ira, Pak Erli, Yudhie Prasetya
Dari koordinasi ini, kami mulai mempersiapkan kegiatan agar perjalanan nanti berjalan lancar dan tentunya tetap seru untuk diikuti.

Cerita Kota Cerita Kita
Cerita Kota, Cerita Kita: Ngobrolin Kota dari Sudut Pandang Anak Muda
Peserta APEKSI Muda 2026 di Singkawang merupakan anak-anak muda berusia 18–35 tahun dari Singkawang dan sekitarnya. Rangkaian APEKSI Muda 2026 di Singkawang kali ini diawali dengan diskusi bertajuk Cerita Kota, Cerita Kita, kemudian dilanjutkan dengan walking tour. Kegiatan diskusi Cerita Kota, Cerita Kita berlangsung di Kafe Tepi Sungai Singkawang.
Melalui kegiatan ini, mereka diajak untuk mengenal kota, membaca peluang masa depan, dan menemukan peran yang bisa diambil anak muda dalam perkembangan daerahnya.
Menemani Walking Tour Menyusuri Kota Singkawang
Setelah sesi diskusi, saatnya kami tim tour guide Singkawang mengajak peserta berjalan kaki mengenal Singkawang lebih dekat.
Perjalanan kami berfokus pada sejumlah bangunan bersejarah dan landmark yang punya cerita tersendiri dalam perjalanan Kota Singkawang.
Destinasi yang kami kunjungi adalah Masjid Raya Singkawang, Tugu Kedaulatan, Tugu Toleransi, Mes Daerah, Rumah Marga Tjhia, dan Vihara Tri Dharma Bumi Raya.
Ada pengalaman berbeda ketika memperkenalkan kota sendiri kepada teman-teman Apeksi Muda 2026 di Singkawang.
Selama walking tour, kami mengajak peserta memperhatikan bangunan di sepanjang perjalanan, mengenal tempat-tempat bersejarah, dan membahas keberagaman yang sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Singkawang.

Foto bersama grup 2 dan grup 3 di Rumah Marga Tjhia
Jalan kaki mungkin terdengar sederhana, tetapi justru ada banyak hal yang bisa ditemukan ketika kita nggak terburu-buru. Bangunan yang biasanya hanya dilewati bisa terasa berbeda ketika kita tahu cerita di baliknya.
Hal yang paling menyenangkan bagiku adalah melihat antusiasme peserta. Mereka nggak cuma mendengarkan penjelasan, tetapi juga aktif bertanya tentang tempat-tempat yang kami kunjungi.
Pertanyaan demi pertanyaan membuat suasana walking tour terasa semakin seru. Kadang, satu pertanyaan bisa membuka obrolan baru yang membuat sebuah tempat terasa semakin menarik untuk dibahas.
Sebagai tour guide, tentu ada tantangan tersendiri untuk menjawab pertanyaan dengan jelas, menyampaikan informasi yang mudah dipahami, dan menjaga suasana supaya tetap santai.
Peserta yang aktif bertanya adalah salah satu hal terbaik dalam pengalaman ini. Artinya, mereka nggak sekadar datang untuk melihat-lihat atau mengambil foto, tetapi juga ingin memahami cerita yang ada di balik setiap tempat.
Berbagi Cerita tentang Sejarah dan Keberagaman Singkawang
Salah satu hal yang selalu menarik ketika bercerita tentang Singkawang adalah keberagaman masyarakatnya. Hal ini bisa kita temukan dalam tradisi, kuliner, rumah ibadah, arsitektur bangunan, hingga kehidupan sehari-hari masyarakat.
Saat menemani walking tour, aku ingin peserta melihat bahwa sebuah kota nggak hanya menarik karena destinasi wisatanya. Ada cerita tentang sejarah, budaya, dan perjalanan masa lalu yang ikut membentuk kota Singkawang hingga sekarang.

Foto bersama Grup 1 di Residentielle Afdeling (Mes Daerah)
Bangunan bersejarah, misalnya, bukan hanya objek yang menarik untuk dijadikan latar belakang foto. Di balik bentuk arsitektur dan keberadaannya, terdapat cerita mengenai kehidupan pada masa lalu yang masih bisa kita pelajari hari ini.

Foto bersama Grup 4 dan 5 di Masjid Raya Singkawang
Karena itu, mengenalkan warisan budaya kepada anak muda menjadi hal yang penting. Kalau kita semakin mengenal cerita di balik suatu tempat, kita juga bisa semakin memahami alasan mengapa tempat tersebut perlu dijaga.
Terima kasih kepada Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Singkawang, seluruh panitia APEKSI Muda 2026 di Kota Singkawang yang sudah mempercayakan kesempatan ini.

Melalui kegiatan Cerita Kota, Cerita Kita dan walking tour ini, aku berharap semakin banyak anak muda yang tertarik mengenal kota, menjaga warisan budayanya, dan mengambil bagian dalam memperkenalkan potensi daerah masing-masing.

