Eco Blogger

Jaga Keanekaragaman Hayati Dari Rumah Sendiri

Mau makan nasi beras tidak perlu beli, sayur-sayuran tinggal petik di belakang rumah. Bumbu seperti kunyit, jahe, serai juga tinggal cabut aja. Sebagai masyarakat yang tinggal di Kalimantan Barat aku bersyukur di sini masih kental budaya bertani. Ibuku senang bertani. Kalau kutanya kenapa ibu suka menanam padi katanya beras kampung yang ibu tanam lebih enak daripada beras yang dibeli di warung atau di pasar. Memang iya sih. Selain menanam padi, ibu juga menanam sayur-sayuran seperti kangkung, genjer, kacang panjang, dan daun ubi di lahan sawah kami. Lumayanlah untuk makan sehari-hari tidak sering beli.

Padi adalah salah satu tanaman sumber karbohidrat. Katanya orang Indonesia belum bisa dibilang makan kalau belum makan nasi. Apakah kamu salah satu diantaranya?

Sebenarnya makanan pokok sumber karbohidrat tidak selalu nasi. Mulai dari jagung, ubi, kentang, sagu bisa jadi makanan pengganti nasi. Ohya, satu lagi sorgum.

Sorgum (Sorghum bicolor) berasal dari kawasan subtropis di Afrika (Wet dan Huckabay, 1996; Poehlman and Sleper, 2006). Sorgum memiliki karakter yang tahan dengan iklim panas dan kering. Di India sorgum dimanfaatkan sebagai pengganti beras, mengatasi permasalahan kelaparan, tekanan air kronis serta meningkatkan nutrisi (Frankel Davis, et al, Science Advance, 2018). Selain itu, sorgum memiliki keragaman pemanfaatan serta kandungan nutrisi yang baik.

Aku belum pernah makan Sorgum jadi penasaran rasanya kayak apa ya?

Keanekaragaman Hayati di Indonesia

Pada Hari Kamis, 14 April 2022 kali ini Eco Blogger Squad kembali mengikuti Online Gathering dengan tema “Keanekagaraman Hayati di Indonesia”. Indonesia adalah negara kedua tertinggi keanekaragaman hayati di dunia setelah Brazil. Itu artinya Indonesia kaya akan keanekaragaman hayati. Mau cari apa saja kayaknya ada di Indonesia ya…

Wilayah Indonesia hanya menempati 1,3% wilayah daratan bumi namun mempunyai 17% dari seluruh jumlah spesies dunia.

Tingkatan Kehati

1. Ekosistem
Keanekaan bentuk dan susunan bentang alam, daratan maupun perairan, dimana makhluk hidup berinteraksi dengan lingkungan fisiknya. Contoh: padang rumput, hutan hujan tropis, gambut, mangrove, terumbu karang, padang lamun, dan sebagainya

2. Spesies
Keanekaragaman jenis organisme yang menempati suatu ekosistem yang mempunyai ciri berbeda satu dengan yang lain. Contoh spesies yang berbeda: penyu hijau, penyu sisik, penyu lekang, penyu pipih, penyu belimbing, dan penyu tempayan.

3. Genetik
Keanekaragaman individu di dalam suatu jenis yang disebabkan oleh perbedaan genetis antar individu. Contoh: aneka varietas padi (Rojo lele, Menthik, dan Cianjur) atau mangga (golek, harum manis, dan manalagi)

Keanekaragaman hayati berperan sangat penting bagi kelangsungan dan kelestarian makhluk hidup. Karena itu kita harus menjaga kelestarian keanekaragaman hayati.

Manfaat Keanekaragaman Hayati

Kita bisa memanfaatkan keanekaragaman hayati dengan bijak yaitu sebagai :

– Sistem Penunjang Kehidupan

Keanekaragaman hayati (kehati) adalah sumberdaya yang ada disemua aspek dan unsur kehidupan dari mikro organisme hingga ke biosfer, yang ada di hutan, gunung, tumbuh tumbuhan, hewan, laut, sungai, bahkan gurun pasir, menjalin hubungan saling terkait dalam suatu sistem penunjang kehidupan di bumi ini. Kehati juga merupakan sumber dari bahan-bahan alami untuk makanan, obat-obatan, pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, perairan, industri, sumberdaya genetika, dan sebagainya.

– Jasa Lingkungan Hidup

Menyediakan sumberdaya air, mengatur tata air tanah
Menjaga dan melindungi kesuburan tanah
Menyerap karbon dan menjaga stabilitas iklim
Mengurai dan menyerap polusi udara
Memelihara kelestarian ekosistem
Menjaga keseimbangan kehidupan manusia dengan alam

– Jasa atau Manfaat Ekonomi
Sumber bahan pangan
Sumber energi terbarukan : biomassa, mikro-hidro, bio-fuel
Sumber bahan farmasi & obat-obatan
Sumber produk-produk hasil pertanian, perkebunan, hasil kelautan dan perikanan
Menyediakan jasa pariwisata alam dan bahari

– Jasa atau Manfaat Sosial
Sumber kehidupan masyarakat adat
Sumber penelitian dan pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Jasa Pendidikan Lingkungan dan Alam
Jasa pengembangan nilai-nilai budaya dan religi
Jasa rekreasi dan kesehatan masyarakat

Perubahan Iklim Menjadi Penyebab Hilangnya Keanekaragaman Hayati

Kegiatan manusia dibidang industri, transportasi dan ekonomi menghasilkan emisi gas-gas karbon pencemar udara yang menumpuk di atmosfir.

Konsentrasi gas-gas karbon (GRK) di atmosfir menimbulkan proses radiasi sinar matahari yang dipantulkan kembali ke bumi sehingga suhu atmosfis di permukaan bumi semakin panas dan terjadi proses pemanasan global.

Pemanasan global kemudian menyebabkan terjadinya perubahan iklim.

Selain itu yang menjadi penyebab hilangnya Kehati : hilangnya atau berkurangnya habitat, invasi spesies asing, polusi, populasi manusia, hingga Over-eksploitasi (perdagangan satwa).

Bagaimana Cara Menjaga Kelestarian Keanekaragaman Hayati?

Keanekaragaman hayati di Indonesia yang melimpah adalah anugerah yang harus kita jaga kelestariannya.

Kita bisa mulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungan sekitar untuk melakukan hal sederhana seperti bercocok tanam di sekitar rumah.

Melakukan penghijauan di sekitar rumah sangat bermanfaat untukku yang sering banget berhadapan dengan layar laptop. Kalau mataku lelah kutengok saja tanaman hijau di belakang rumah mataku jadi segar lagi.

Yuk, mulai peduli dengan kehati karena melestarikan hayati adalah investasi untuk kehidupan di masa depan.

#EcoBloggerSquad

sumber :
Materi Eco Blogger Online Gathering 1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Banner