Special Performance Batik Shadow di Singkawang
Pasti ke Singkawang

Pementasan Batik Shadow di Singkawang yang Sangat Memukau

Berawal dari salah satu event yang digelar oleh Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Singkawang bertajuk “Classic to Millennial Performance”. Pementasan Batik Shadow menjadi salah satu acara di event yang dilaksanakan pada tanggal 26-27 Oktober 2019 di Mes Daerah Singkawang tersebut. Sepertinya terasa asing di telinga, aku pun penasaran seperti apa pertunjukan Batik Shadow. Bergegas aku menuju ke tempat lokasi acara di gedung PIP belakang Mes Daerah Singkawang. Di sana sudah ramai berkumpul tamu-tamu kehormatan dan juga teman-teman yang mengikuti jalannya acara. Mungkin mereka sama penasarannya seperti aku, ingin melihat pementasan batik shadow di Singkawang yang sangat memukau.

Classic to Millennial Performance

Event bertema budaya dan batik ini menyelenggarakan beragam kegiatan seperti :

    Pameran produk dan karya
    Pementasan Batik Shadow
    Performance owner dan founder Kote Singkawang
    Berkarya memanfaatkan limbah
    Lomba mewarnai motif batik
    Seminar Kewirausahaan
    Lelang karya batik

Sebagai narasumber atau pengisi acara ada kak Priska Yeniriatno seorang penggiat batik di Kota Singkawang sekaligus owner dan founder Kote Singkawang. Special Performance Batik Shadow di Singkawang oleh Nurohmad seorang seniman Batik Shadow dari Yogyakarta.

Batik merupakan kerajinan yang memiliki nilai seni yang tinggi. Batik telah menjadi bagian dari budaya Indonesia khususnya di Jawa. Namun, oleh tangan dingin kak Priska batik dihadirkan hingga ke Kota Singkawang. Berbagai macam motif batik tercipta oleh Kote Singkawang di bawah bimbingan kakak cantik ini. Kak Priska juga rutin mengadakan workshop membatik di sela-sela kesibukannya.

priska kote singkawang

Tentang Batik Shadow

Untuk menjawab rasa penasaranku, akupun mencari tahu tentang Batik Shadow.

Batik shadow merupakan kombinasi dari proses batik, pewayangan, tarian, dan musik. Pada pengelolaan kegiatan seni performans batik shadow, memerlukan perancangan yang matang dan detail.

Setelah acara pembukaan selesai musik mulai berbunyi perlahan, lampu pun mulai dipadamkan. Mataku tertuju pada layar besar di depan di atas panggung. Di sanalah pementasan Batik Shadow berlangsung. Salah seorang pengisi acara membacakan puisi lirih diiringi alunan musik tradisional yang membuatku semakin terhanyut.

Kulihat sebuah bayangan mulai menari-nari sambil menuangkan cat di layar besar tadi. Iring-iringan seperti wayang bertema TiDaYu Singkawang juga ikut menari-menari di balik layar. Amazing, aku belum pernah melihat pementasan seperti ini sebelumnya. Aku mengambil smartphone dan mulai mengabadikan pertunjukan yang luar biasa malam ini. Awalnya belum terlihat jelas gambar apa sebenarnya yang hendak dibuat oleh sang seniman. Kurang lebih 15 menit warna-warni cat menyatu, berpadu menjadi sebuah lukisan yang sangat indah. Lukisan menggambarkan keharmonisan Kota Singkawang yang dikenal sebagai kota Ter-toleran se-Indonesia. Tepuk tangan penonton riuh terdengar ketika pertunjukan usai. Satu persatu seniman dipanggil untuk maju ke depan panggung. Nurohmad, sang seniman maju ke depan masih dengan berlumuran cat hijau yang mendominasi di tubuhnya. Sekali lagi penonton memberikan tepuk tangan yang meriah.

Woww! pikirku, show seperti ini harusnya selalu ada di Singkawang. Aku belum puas hahaa… seandainya boleh aku ingin teriak “lagi.. lagi.. “. Tapi aku tahu, ini pertunjukan spesial. Aku berharap, aku bisa menyaksikannya lagi suatu hari nanti.. di Singkawang.

Ohya, aku sempat mengabadikan performance Batik Shadow dan meng-aplodnya ke Youtube. Spesial untuk teman-teman yang ingin melihatnya. Ini videonya :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Banner