Gawai Dayak Kalbar – Untuk pertama kalinya aku mengunjungi salah satu acara budaya di Kalbar yaitu Pekan Gawai Dayak Kalimantan Barat 2017 di Kota Pontianak. Seperti halnya Festival Cap Go Meh di Singkawang, Pekan Gawai Dayak digelar meriah dan sarat budaya. Aku bersama salah satu sahabat Travel Blogger Siti Mustiani mengunjungi pembukaan acara ini pada Hari Sabtu, 20 Mei 2017 di Rumah Radakng, Pontianak.
Pengertian Gawai Dayak
Gawai Dayak adalah sebuah hari perayaan yang diadakan rutin setiap tahunnya karena merupakan wujud rasa syukur setelah masa panen. Yang menampilkan berbagai bentuk budaya tradisional seperti upacara adat, tari-tarian, berbagai macam lomba, dan pameran kerajinan yang juga bernuansa tradisional.

Rumah Radakng

Rumah Radakng, Pontianak
Setibanya kami di Rumah Radakng sudah ramai dipenuhi pengunjung dan peserta karnaval yang akan turun ke jalan. Meskipun acara sudah dimulai, kami masih sempat mendengarkan Bapak Gubernur Kalimantan Barat Drs. Cornelis M.H. menyampaikan kata sambutannya. Dalam sambutannya Gubernur Kalimantan Barat berharap agar acara Pekan Gawai Dayak yang ke-32 kalinya ini dapat berjalan dengan baik dan lancar. Beliau juga mengucapkan salam :
“Adil Ka’ Talino, Bacuramin Ka’ Saruga, Basengat Ka’ Jubata”
Dan menjelaskan arti dari salam tersebut. Adil artinya Bersikap Adil, Ka’ Talino artinya kepada sesama manusia. Bacuramin artinya bercermin, Ka’ Saruga artinya ke Surga. Basengat artinya bernapas atau hidup Ka’ Jubata artinya kepada Tuhan.

Kata sambutan dari Gubernur Kalimantan Barat
Budaya Tradisional di Pekan Gawai Dayak Kalimantan Barat ke 32
Setelah itu, kami berkeliling Rumah Radakng yang merupakan rumah adat suku Dayak di Pontianak. Para peserta karnaval dengan kostum yang didominasi warna merah karena menggunakan pakaian adat dan atribut suku Dayak memenuhi lantai dua Rumah Radakng. Semuanya unik dan indah membuat aku kagum dan bangga akan keberagaman budaya Indonesia.

para peserta karnaval Pekan Gawai Dayak sedang bersiap
Acara Pekan Gawai Dayak Kalimantan Barat ini digelar selama tujuh hari dimulai Tanggal 20 hingga 27 Mei 2017.

melihat lebih dekat
Setiap harinya selalu ada suguhan acara menarik yang telah disiapkan panitia penyelenggara. Rasanya aku ingin mengikuti acaranya sampai selesai tapi karena keterbatasan waktu aku hanya bisa mengunjungi acara ini pada saat pembukaan saja.

cantik-cantiknya mereka 🙂
Seperti biasa naluri ke-narsis-an ku pun muncul haha.. belum lengkap kalau belum foto bareng peserta karnaval. Dengan modal senyum juga pede aku dan Siti berhasil mengabadikan momen bersama mereka dan inilah hasil narsis kami hehe..

foto bersama peserta karnaval dengan pakaian adat

momen langka

so awesome..

kita berdua juga harus selfie dong hihii 🙂
Tidak hanya karnaval dan sederet acara lainnya, Pekan Gawai Dayak ini juga diisi dengan pameran berupa barang-barang khas budaya Dayak seperti kerajinan tangan dan kreatifitas lainnya dari masing masing kota dan kabupaten di Kalimantan Barat. Masing-masing stand memamerkan produk hasil kerajinan tangan mereka. Banyak barang barang unik dan cantik yang dipamerkan. Harganya pun beragam untuk gelang berkisar antara Rp 20.000 – Rp 50.000, untuk gantungan kunci Rp 15.000 – Rp 25.000. Aku dan Siti tertarik dengan ikat kepala dengan motif tradisional seperti biasa warna favoritku hijau aku memilih warna hijau dan Siti warna merah muda.

Stand Tenun Ikat Dayak Sintang

kainnya lembut dan cantik
Ikat kepala seperti ini harganya berkisar Rp 35.000 – Rp 70.000 tergantung motifnya.

Berbagai macam gelang dengan khas manik manik

Aneka gantungan kunci

Aneka kalung etnik

Nuansa manik manik yang berwarna warni

Aneka tas

Anyaman

Gelang gelang
Dan masih banyak lagi pernak pernik kerajinan tangan khas tradisional di pameran Gawai Dayak Kalimantan Barat. Ayo teman-teman, mumpung masih ada waktu kunjungi Pekan Gawai Dayak Kalimantan Barat ke 32 di Rumah Radakng Pontianak. Cerita lainnya baca di blognya Siti Mustiani ya di sitimustiani.com.
Vlog menyusul 😀
Selamat berkunjung.
Salam muter-muter
Share dan like kalau kamu senang dengan tulisan ini.
#BloggerSingkawang
Terima kasih.
Maps


Masih belum sempat datang, tapi ga papa karena lewat tulisan ini udah bisa tahu bagaimana kondisi di lokasinya. Thanks udah sharing ya Kak…
Mampirlah Abang.. Kalau ke acara2nya Multi dak datang. Tapi datang ke pembukaanya aja udah puas kok hehe.. Sama sama Bang..
Makasi share nya ya.. mau tanya dunk kalau mau beli gelang kaki yang kerincing untuk dipakai tari dimana ya? Dipakainya hanya satu kaki atau dua kaki ya? terima kasih infonya
sama sama, kalau butuh informasi tentang aksesoris atau souvenir seperti di artikel, bisa email saya di multisiahaan@gmail.com