mengenal lahan gambut
Info Menarik

Mengenal Lahan Gambut Dengan Sejuta Manfaat Bagi Kehidupan

Lahan gambut? mungkin bagi sebagian orang asing mendengarnya. Apa itu gambut? Sebagai salah satu penduduk Kalimantan Barat aku sudah tidak asing lagi dengan lahan gambut. Lahan gambut tropis tertua di dunia ditemukan di pedalaman Kalimantan. Lahan gambut purba ini diperkirakan sudah terbentuk sejak 47.800 tahun lalu. Dengan lapisan yang sangat dalam mencapai 18 meter yang setara dengan tinggi bangunan enam lantai woww!. Seperti apa lahan gambut itu?. Beberapa hari yang lalu aku kembali mengikuti Online Blogger Gathering bersama Eco Blogger Squad dengan tema : Lindungi Lahan Gambut, Lindungi Fauna Indonesia. Sungguh materi yang sangat menarik dan bermanfaat. Aku rangkum semuanya di artikel ini, baca sampai habis ya. Mengenal lahan gambut dengan sejuta manfaat bagi kehidupan.

Gambut adalah lahan basah yang terbentuk dari timbunan materi organik yang berasal dari sisa-sisa pohon, rerumputan dan lumut, juga jasad hewan yang membusuk. Timbunan tersebut menumpuk selama ribuan tahun hingga membentuk endapan yang tebal. Karakteristik gambut yang ideal adalah basah dan mengandung banyak karbon di bawahnya. Pada umumnya, gambut ditemukan di area genangan air, seperti rawa, cekungan antara sungai, maupun daerah pesisir. Lahan gambut mengandung dua kali lebih banyak karbon dari hutan tanah mineral yang ada di seluruh dunia.

Nah, udah kebayang kan seperti apa lahan gambut itu? kira-kira seperti gambar ini teman-teman.

apa itu gambut

Butuh waktu sekitar 2000 tahun untuk membentuk gambut sedalam 4 meter
sumber : presentasi pantaugambut.id

Luas lahan gambut di Indonesia
Luas lahan gambut di Indonesia belum dapat dipastikan.
– Pada 1992, penelitian Pusat Penelitian Tanah Bogor menemukan bahwa terdapat sekitar 15,4 juta hektar lahan gambut di Indonesia.
– Pada 2005, Wetlands International memperkirakan terdapat sekitar 20,6 juta hektar lahan gambut di Indonesia.
– Pada 2011, Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian dan Balai Penelitian Tanah memperkirakan ada sekitar 14,9 juta hektar lahan gambut di Indonesia

Luas lahan gambut Indonesia terbesar ke-4
sumber : presentasi pantaugambut.id

Peran Penting Lahan Gambut

– Mengurangi dampak bencana banjir dan kemarau
Daya serap gambut yang tinggi berfungsi sebagai tandon air. Gambut dapat menampung air sebesar 450-850 persen dari bobot keringnya, Selain itu, gambut yang terdekomposisi juga mampu menahan air 2 hingga 6 kali lipat berat keringnya.

– Menunjang perekonomian masyarakat lokal
Berbagai tanaman dan hewan yang habitatnya di lahan gambut dapat menjadi sumber pangan dan pendapatan masyarakat sekitar lahan gambut.

– Habitat untuk perlindungan keanekaragaman hayati
Berbagai macam flora dan fauna dapat tumbuh dan tinggal di lahan gambut. Beberapa jenis flora sangat berguna bagi masyarakat sehingga perlu dibudidayakan. Fauna yang tinggal di lahan gambut berperan penting dalam menjaga keberlangsungan ekosistem gambut lainnya.

– Lahan gambut menjaga perubahan iklim
Gambut menyimpan cadangan karbon yang besar yaitu mengandung dua kali lebih banyak karbon dari hutan yang ada di seluruh dunia. Ketika lahan gambut terganggu, dikeringkan atau mengalami alih fungsi simpanan karbon di dalam gambut terlepas ke udara dan menjadi sumber utama emisi gas rumah kaca.

Tahukah kamu, saat ini lahan gambut sedang terancam. Seringkali lahan gambut dianggap sebagai lahan yang terbuang sehingga dikeringkan dan dialihfungsikan. Anggapan ini menjadi salah satu degradasi atau alih fungsi lahan gambut. Untuk kepentingan pertanian dan perkebunan lahan gambut dikeringkan untuk mencegah air kembali membanjiri gambut.

Akibat degradasi dan alih fungsi lahan gambut :

– Banjir
Jika fungsi hidrologis gambut hilang terjadi banjir di atas lahan gambut atau daerah aliran sungai yang dapat mengancam keberlangsungan pertanian masyarakat sekitar.

– Kebakaran
Gambut yang mengalami pengeringan berdampak pada tingkat kebakaran yang tinggi. Fungsi penyerapan air pada gambut yang sangat kering akan sulit dilakukan karena dalam keadaan tersebut gambut sudah tidak berfungsi sebagai tanah dan sifatnya sama seperti kayu kering.

– Kabut Asap
Api yang menjalar ke bawah permukaan tanah menyebabkan pembakaran yang tidak menyala sehingga hanya asap putih yang tampak di atas permukaan dan menyebabkan kegiatan pemadaman sulit dilakukan. Tentunya ini menimbulkan masalah kesehatan bagi masyarakat.

– Pencemaran Tanah
Pirit adalah mineral tanah (kandungan FeS2) yang sering ditemukan di lahan rawa dan akan teroksidasi menjadi senyawa beracun dengan kandungan besi dan alumunium apabila bertemu dengan udara (oksigen).

– Mempercepat laju perubahan iklim
Tersebarnya asap dan emisi gas Karbondioksida dan gas-gas lain ke udara juga akan berdampak pada pemanasan global dan perubahan iklim.

– Hilangnya keanekaragaman hayati
Kerusakan lahan gambut menyebabkan dampak besar bagi ekologi. Rusaknya ekosistem gambut, perlahan akan mempersempit ruang hidup satwa, punahnya tanaman-tanaman endemic gambut tropis, dan imbasnya justru akan berujung pada kehidupan masyarakat.

Apa yang bisa kita lakukan?. Sederhana, mari mengenal lahan gambut, terus peduli kekayaan hayati Indonesia dengan tidak mengganggu ekosistemnya. Mari kita saling jaga dan menyelamatkan lahan gambut demi kehidupan kita selanjutnya.

Lindungi lahan gambut yang masih tersisa dan memulihkan yang rusak dengan merestorasi lahan gambut. Restorasi gambut bertujuan untuk mengembalikan fungsi ekologi lahan gambut dan sejahterakan masyarakat. Upaya restorasi gambut dilakukan melalui tiga pendekatan yaitu pembasahan, penanaman ulang, dan merevitalisasi sumber mata pencaharian masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Banner