mengajarkan anak berempati
Info Menarik

Pentingnya Mengajarkan Anak Berempati Sejak Dini

Tak sedikit orang tua yang masih bingung bagaimana mengajarkan anak berempati sejak dini. Apa itu empati? Empati adalah perasaan memahami, perasaan sama-sama berbagi pengalaman dan emosi dengan orang lain. Sikap empati ini penting diajarkan pada si kecil sejak dini karena dapat membantu mereka dalam membangun, menjalin hubungan dan peduli pada orang lain. Empati bukan sifat turunan dari orangtua. Empati merupakan salah satu sikap yang perlu dikembangkan. Oleh karena itu, sikap empati yang dilakukan oleh orangtua menjadi contoh langsung yang dilihat si kecil. Lalu, bagaimana cara mengajarkan anak berempati? Dalam kehidupan sehari-hari kita bisa mengajarkan anak berempati yang dimulai dari hal-hal kecil. Kali ini aku mau sharing bagaimana mengajarkan anak berempati sejak dini yaitu ponakanku sendiri.

Belajar Memahami Anak

Empati berkembang sesuai dengan tahapan usia. Pada usia anak-anak, mereka lebih menunjukkan empati terhadap ibu mereka daripada orang yang belum dikenalnya. Aku memiliki keponakan laki-laki bernama Ando, usianya 6 tahun. Ando adalah anak yang baik, penurut namun terkadang juga nakal. Dia memiliki banyak teman bermain di sekitar rumah. Namanya anak-anak ada kalanya mereka tidak akur. Kalau sudah begitu biasanya Ando sering mengadu dan curhat padaku. Nah, di sini aku mencoba mengenali emosi yang dirasakannya. Mendengarkan dia bercerita saat dia sedang sedih, senang, atau marah. Dengan mengenali dan mengelola emosi anak supaya rasa empatinya terbentuk.

empati adalah dan contohnya

bersama Ando dan Bapatua

Penting untuk memberikan contoh yang baik dalam melatih anak berempati. Ketika si kecil berbuat salah, kita harus bersikap tegas bukan kasar. Jika aku sendiri berbuat salah pada ponakanku, aku akan segera minta maaf padanya. Ini untuk memberikan contoh padanya berani untuk meminta maaf ketika salah kepada orang lain.

Selain itu, mengajari anak berempati yaitu dengan memposisikan diri sebagai orang lain. Contoh, saat dia berselisih dengan temannya lalu dia memukul tangan temannya hingga menangis. Tanyakan bagaimana perasaannya saat dipukul oleh temannya.

Beberapa faktor yang dapat menumbuhkan rasa empati pada anak yaitu :
– ibu yang responsif
– tidak mudah memberi hukuman pada anak
– tidak otoriter
– mau mendengar penjelasan anak
– orangtua yang memberikan contoh empati dan perilaku kasih sayang
– orangtua yang mengajak anak untuk berdiskusi tentang apa yang mereka rasakan

Manfaat yang diperoleh dengan menumbuhkan rasa empati pada anak sejak dini :
– anak jadi tahu berbagi
– tolong menolong kepada orang lain
– membuat situasi yang nyaman
– memahami budaya dan suku orang lain

Aku juga biasa memberikan pujian atas perbuatan dan sikap yang baik. Meskipun bukan dia yang melakukannya. Maksudnya ingin memberikan contoh padanya bagaimana sikap yang baik itu. Sejak dini penting untuk mengajarkan anak tentang kesopanan. Berikan contoh yang baik bagaimana bersikap sopan dan hormat kepada orang lain. Ajarkan anak untuk mengucapkan kata “tolong” dan “terima kasih” .

Lalu, apa yang terjadi jika perkembangan rasa empati pada anak tidak optimal? Ada dua dampak yang terjadi yaitu autisme dan psikopat.

Cara menumbuhkan rasa empati pada anak kita bisa mengajaknya dalam kegiatan amal. Ajaklah anak untuk mengemas barang yang akan disumbangkan termasuk memilih mainannya untuk diberikan kepada orang lain.

Kesimpulan

Perkembangan empati dimulai pada saat anak-anak lahir sampai dewasa. Berempati adalah salah satu upaya membentuk karakter anak yang baik sejak dini. Banyak hal positif yang bisa dilakukan orangtua untuk mengajarkan akan berempati. Rasa empati dapat meningkatkan kepatuhan anak terhadap aturan. Selain itu, empati juga memegang peranan penting terhadap kehidupan sosial anak di lingkungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Banner