pengalaman pertama jadi ibu hamil
Curahan Hati

Curahan Hati Pengalaman Pertama Menjadi Ibu Hamil

Akhirnya aku resmi mengakhiri masa jomblo setelah menikah dengan seorang pria pilihan hatiku bernama Charis Dominggus pada tanggal 22 November 2020. Kami bersyukur diberi anugerah kehamilan pertama tak lama setelah menikah. Masih hangat di ingatanku senyum bahagianya saat kuperlihatkan hasil test pack yang menyatakan aku positif hamil pada Januari 2021 lalu. Suamiku memeluk dengan erat menunjukkan betapa bahagia dia dengan kabar itu. “Sebentar lagi aku jadi papa” ucapnya. Dari sinilah curahan hati pengalaman pertama menjadi ibu hamil dimulai. Mau tahu kelanjutannya? baca sampai habis ya.

Suka Duka Jalani Trimester Pertama

Setelah melihat alat uji kehamilan berbentuk stik yang menunjukkan garis dua aku dan suami segera memeriksakan diri ke bidan. Pemeriksaan pertama bidan menghitung usia kehamilan dan perkiraan tanggal lahir buah hatiku. Saat itu usia kandunganku sudah memasuki minggu ke-5 atau sekitar 1 bulan lebih. Bidan memberikan vitamin mineral dan obat mual. Bidan juga menyarankan aku untuk rutin memeriksakan diri yakni sebulan sekali.

Beberapa wanita hamil mengalami morning sickness di pagi hari, aku justru mengalaminya di malam hari. Morning sickness adalah istilah medis untuk mual dan muntah yang lazim terjadi pada ibu hamil. Bagiku ini adalah momen yang paling tidak enak. Bangun pagi aku merasa segar hingga sampai jam 7 malam aku mulai mual dan muntah. Apa saja yang dimakan rasanya gak enak, badan jadi lemas kehilangan tenaga dan aku hanya bisa berbaring di tempat tidur. Orang tuaku menyarankan untuk konsultasi ke dokter kandungan. Ternyata penyebab utama mual muntah di malam hari yang kualami adalah karena naiknya asam lambung biasa juga disebut dengan gastroesophageal refluks disease (GERD). Dokter lalu memberiku obat dan memintaku untuk makan sedikit tapi sering.

Ngomong-ngomong soal makan, di trimester pertama kehamilan nafsu makanku berkurang drastis. Aku bahkan tidak bisa makan nasi karena menurutku rasanya sangat pahit. Tapi kembali lagi aku diingatkan jika tidak makan tentu akan berpengaruh terhadap perkembangan janin di dalam kandungan. Jadi demi buah hati kami tercinta aku harus memaksakan diri untuk makan.

Ngidam? apakah aku mengalami ngidam?. Ya, di fase ngidam aku cenderung suka makan makanan pedas bahkan super pedas. Padahal aslinya aku takut banget sama cabe. Pesan ayam geprek aja cuma berani pakai 2 cabe rawit. Makanan ngidam pertamaku adalah masakan dari mama mertua yaitu rebung dan daun ubi tumbuk. Sesuai seleraku mama mertua masak kedua sayur itu dengan rasa yang pedas. Aku dan suami menyantapnya dengan lahap.

pengalaman ngidam kehamilan pertama

Makanan ngidam pertama

Trimester pertama kulewati dengan bahagia dan juga air mata. Bukan air mata kesedihan ya melainkan air mata perjuangan memaksa diri untuk tetap memenuhi asupan nutrisi untukku dan buah hati.

Nikmatnya Masa-Masa Trimester Kedua

Trimester pertama sudah lewat sekarang saatnya memasuki trimester kedua. Aku seperti kembali ke masa sebelum hamil. Banyak ibu hamil sepaham akan nikmatnya fase trimester kedua. Betul apa betul..? Yang aku rasakan di fase ini mual dan muntah hilang, nafsu makan meningkat, badan lebih segar, wajah lebih cerah dan aku pengen jalan-jalan.

Aku tetap rutin periksa kehamilan ke bidan dan ke dokter untuk USG sesekali. Aku bahagia sekali melihat bayiku cukup aktif di dalam kandungan. My baby C bahkan menendang-nendang kakinya seolah seperti main bola (slide terakhir) lucu banget…

Pada trimester kedua tak ada lagi masalah susah makan. Suamiku, Charis tidak susah hati lagi saat dia tanya aku mau makan apa. Karena pasti aku makan dan habiskan. Aku juga tetap rajin minum susu dua gelas sehari untuk menambah nutrisi penting bagiku dan janin. Berat badanku juga sudah mulai naik. Ini kesempatanku untuk memenuhi keinginan jalan-jalan yang selama ini terpendam hehe..

Trimester kedua momen yang menyenangkan 🙂

Persiapan Menyambut Kelahiran Sikecil Dengan Membeli Perlengkapan Bayi

Mumpung lagi semangat dan lagi kuat aku mulai nyicil beli perlengkapan bayi. Sebagai bahan referensi aku mencari informasi perlengkapan bayi baru lahir di situs Ibupedia. Di situs ini berisi informasi pengetahuan tentang kehamilan dan persalinan serta kesehatan ibu dan anak. Salah satu artikel yang aku jadikan referensi adalah 7 perlengkapan bayi baru lahir yang harus dibeli.

ibupedia artikel ibu dan anak

www.ibupedia.com

Melihat segala keperluan bayi mulai dari baju-baju, celana, bedong, topi semuanya lucu-lucu dan bikin lapar mata. Kalau nurutin keinginan mata bisa-bisa barang yang dibeli jadi mubazir dan tidak terpakai karena bayi pertumbuhannya cepat. Ini yang aku lakukan sebelum membeli perlengkapan bayi.

– buat list perlengkapan bayi baru lahir yang benar-benar diperlukan
– pilih perlengkapan bayi dengan bahan yang lembut dan nyaman
– karena masih masa pandemi aku memilih untuk belanja online dengan teliti

Daftar perlengkapan penting bayi baru lahir

Itu adalah daftar persiapan perlengkapan bayi yang sudah dan akan kubeli sambil menunggu lahirnya dedek bayi ke dunia. Tentu masing-masing ibu memiliki cara yang berbeda dalam mempersiapkan segala yang dibutuhkan si kecil. Paling penting adalah mempersiapkan mental, kesehatan fisik, cara berpikir, dan banyak-banyak baca informasi tentang kehamilan dan persalinan.

Tetap Happy Menjalani Trimester Ketiga Hingga Persalinan

Inilah curahan hati pengalaman pertama menjadi ibu hamil dari aku. Saat ini usia kehamilanku sudah menginjak 29 minggu atau sekitar 7 bulan lebih. Saat dimana aku dan suami sedang mempersiapkan nama yang baik untuk anak pertama kami. Semoga aku dan bayiku tetap sehat hingga tiba saatnya persalinan nanti. Terima kasih sudah membaca artikel ini sampai habis. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Banner