Rainforest World Music Festival, festival musik dunia
Music

Rainforest World Music Festival, Festival Musik yang Paling Ditunggu di Dunia

RWMF – Ada vitamin sea, ada juga vitamin music. Ya, musik sudah menjadi vitamin bagiku. Pendorong semangat, pembawa kebahagiaan. Rainforest World Music Festival, Festival Musik yang paling ditunggu di dunia. Jika kita tidak tahu setiap bahasa di dunia, musik adalah perantaranya. Apalagi musik tradisional. Cinta sangat la!. Alunan musik dari alat musik tradisional yang dimainkan setiap pemain dari berbagai negara sangat memanjakan telinga. Udah cukup ya intronya, langsung aja aku ceritain keseruannya.

#rwmf2019

Rainforest World Music Festival 2019

Tahun ini adalah kali kedua aku berkesempatan menyaksikan langsung pemain musik tradisional dan juga kolaborasi musik modern dari berbagai negara. Hastag #rwmf2019 menjadi viral di media sosial membagikan momen indah selama festival. Rainforest World Music Festival 2019 dilaksanakan tanggal 12-14 Juli 2019 di Sarawak Cultural Village, Sarawak, Malaysia. RWMF sudah menjadi agenda tahunan Sarawak Tourism Board (STB). Tahun ini RWMF mendatangkan lebih dari 20 artis musisi dunia seperti :

1. At Adau (Sarawak, Malaysia)
2. Ballet Folcloric de Chile Bafochi (Rapa Nui/Chile)
3. Ana Alcaide (Spain)
4. Darmas (Malaysia)
5. Druk Folk Musician (Bhutan)

Druk Folk Musician Bhutan
6. Duplessey & The Violins Of The World feat Guo Gan (France, China, Mongolia, Sweden)
7. Ha Noi Duo (Vietnam)

Ha Noi Duo Vietnam
8. Kemada (Sarawak, Malaysia)
9. Kila (Ireland)
10. La Chiva Gantiva (Colombia)
11. Macka B (United Kingdom / Jamaica)
12. Mauravann (Mauritius)

Mauravann from Mauritius
13. Mehdi Nassouli (Morocco)

Mehdi Nassouli Morocco
14. OKI (Japan)
15. Olga Cerpa Y Mestisasy (Canary Islands)

Olga Cerpa Y Mestisasy Canary Islands
16. Otava Yo (Russia)
17. Rajery (Madagascar)
18. San Salvador (France)
19. Sangtam Naga (Nagaland)
20. Sedaa (Iran/Mongolia)

Sedaa Iran/Mongolia
21. Spirit Of The Hornbill (Indonesia)
22. 1Drum.org
23. WAI (New Zealand)
24. Trad.Attack (Estonia)
25. Talisk (Scotland)
26. Tabanka (Cape Verde)
27. Suku Menoa (Sarawak, Malaysia)
28. Suk Bini’ (Sarawak, Malaysia)
29. Staak Bisomu (Sarawak, Malaysia)

Selama tiga hari suara musik syahdu, bebunyian, tari-tarian, kuliner dan lainnya semuanya tersaji lengkap. Dalam satu hari saja kita bisa mengikuti banyak pilihan aktifitas mana yang ingin diikuti. RWMF bagaikan sahabat bagi pecinta seni dan budaya.

Rainforest World Music Festival day 3

Sarawak Cultural Village (SCV)

Sarawak Cultural Village (SCV) atau Kampung Budaya Sarawak menjadi tempat acara festival. Letaknya tidak jauh dari Damai Beach Resort and Hotels, museum ini dibangun di tanah seluas 17 hektar. Di dalam Kampung Budaya Sarawak terdapat bangunan replika yang mewakili setiap kelompok etnis utama di Sarawak, terutama Bidayuh, Iban, Orang Ulu, Penan, Melanau, Melayu & Cina.

sarawak cultural village

Program Festival

Bermacam program selama festival yang bisa kita pilih seperti performances, mini sessions, lifestyle & wellness, cultural snippets, tutorials, gathering of the tribes & drum circle, dan ada DJ after party stage. Aku sendiri ingin mengikuti semuanya, tapi apalah daya tubuh ini tak bisa membelah diri hehe. Biasanya aku menonton pemain di Theatre Stage. Beberapa penampilan mereka aku simpan lewat video di bawah ini :

Malam harinya dan ini bagian paling seru menonton konser musik di tengah hutan hujan. Ada dua panggung Jungle Stage dan Tree Stage yang diisi oleh pemain musik secara bergantian. Salah satu pemain dari Indonesia yang juga aku simpan lewat video ini:

Green Initiatives

Sebagai pecinta hijau garis keras, i love green initiatives at the Rainforest World Music Festival 2019. Sarawak Tourism Board bekerjasama dengan organisasi dan perusahaan sosial untuk menjadikan Festival ini zero waste.
Ada Biji-biji Initiative, Trienekens, Spativate, dan Canard Media.

Biji-biji Initiative, sebuah perusahaan sosial berbasis di Kuching mengumpulkan dan mendaur ulang barang-barang yang sudah tidak digunakan lagi seperti spanduk, seat belt, dan lain-lain.

Trienekens, disetiap titik mereka menempatkan tempat sampah dan memilah limbah mereka secara selaras antara daur ulang dan sisa makanan. Trienekens juga menangani perawatan daur ulang dan penyediaan fasilitas daur ulang di tempat.

Spativate, proyek #Urbins (Urban + Bins) yaitu tempat sampah yang dihias dengan desain kreatif. Proyek #Urbins bertujuan untuk menggunakan desain yang menarik, menarik, dan penuh perasaan untuk menarik perhatian pada tempat sampah daur ulang festival

Canard Media, perusahaan yang mengorganize stan makanan yang zero waste too. Mereka tidak menggunakan plastik, bahkan sedotan plastik. Uniknya, setiap penjual makanan di stan ini hanya menjual satu menu saja. Very special.

Aku dan teman-teman Blogger Indonesia berkesempatan bincang-bincang dengan anak-anak muda yang keren ini. Dan foto bareng tentunya.

GREEN INITIATIVES AT THE RAINFOREST WORLD MUSIC FESTIVAL

Selalu ada semangat baru menonton festival musik dunia seperti Rainforest World Music Festival. Aku bisa mengenal bermacam-macam warna musik dari berbagai belahan dunia. Semoga tahun depan bisa datang lagi ke #rwmf2020.

This Post Has One Comment

  1. Siti Mustiani Reply

    Wah seru sekali, festival wajib yang selalu ditunggu tunggu dan harus dikunjungi setidaknya seumur hidup sekali. Keren multi, sukses selalu!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Banner