makan bersama di top spot restoran kuching
Malaysia

Siniawan Night Market dan Top Spot: Kuliner Top di Kuching

Belum lengkap rasanya kalau jalan-jalan tanpa makan-makan. Setiap daerah pasti punya makanan andalan yang wajib dicoba. Kali ini aku mau berbagi cerita tentang kuliner yang top dan terkenal di Kuching. Namanya Siniawan Night Market dan Top Spot Restaurant. Dua tempat makan yang berbeda konsep, seperti apa perbedaannya. Yuk, lanjut baca. Tapi pastikan kalau kamu tidak dalam keadaan lapar ya, karena kalau kamu tiba-tiba lapar karena membaca artikel ini dan melihat gambar-gambar di artikel ini resiko baper tanggung sendiri :D.

Ckrek By : Dyah

Pertama aku mau bahas Siniawan Night Market. Hari itu adalah hari terakhir kami berada di Sarawak karena keesokan harinya kami akan kembali ke Indonesia. Bang Kevin dari Sarawak Tourism Board mengajak kami dinner di Siniawan Night Market setelah petualangan panjang di Bako National Park. Waktu tempuh perjalanan dari hotel tempat kami menginap di Imperial Riverbank Hotel Kuching kurang lebih 45 menit. Sepanjang perjalanan tour guide kami Kak Ana, menjelaskan kepada kami setiap daerah yang kami lewati. Pasar kuliner ini buka di hari weekend Jumat, Sabtu dan Minggu mulai jam lima sore sampai jam sebelas malam, cukup panjang ya.

Mengenal Siniawan Lebih Dekat

Siniawan merupakan sebuah kota kecil yang terletak di kota tambang emas yaitu Bau (Sarawak – Malaysia), Kota Siniawan merupakan sebuah kota tua yang berusia lebih dari 100 tahun, kota ini sering disebut sebagai Pecinan Kuching. Jarak kota ini yaitu 22 km dari Kuching dengan jarak tempuh 45 menit – 1 jam jika ditempuh dengan mengendarai mobil, penduduk Kota Siniawan mayoritas adalah dari Suku Dayak Bidayuh, China & Melayu. Kota yang kaya dengan budaya dan nilai sejarah serta warisan budaya ini pernah diserang bencana banjir pada tahun 2009. Berawal dari peristiwa tersebut, masyarakat setempat berinisiatif untuk membangun sebuah tempat yang menyenangkan dengan cara menyulap menjadi sebuah lokasi yang penuh dengan surga kuliner dengan hiasan lampion dimana-mana. Dan pada akhirnya lokasi ini menjadi salah satu destinasi wisata kuliner baik lokal maupun internasional. (berbagai sumber)

Perjalanan kami di Siniawan Night Market

Setibanya di Siniawan Night Market aku teringat akan Kota Singkawang disaat menjelang Hari Raya Imlek dan Cap Go Meh. Yah.. penuh dengan hiasan lampion. Terlihat banyak kursi dan meja yang disusun di tengah jalan, sedangkan kios-kios makanan berada di pinggir jalan. Pengunjung cukup berjalan kaki sambil memilih makanan mana yang ingin dicoba.

Pasar Siniawan ini mirip juga seperti pasar Hongkong di Singkawang. Bedanya kalau di pasar Hongkong Singkawang meja dan kursi disusun di pinggir jalan. Panjang jalan pasar jajanan kuliner ini kurang lebih 200 meter. Tersedia berbagai jenis makanan ada yang digoreng, ditumis, direbus, dan dibakar. Meskipun terdapat banyak jenis makanan ada yang halal dan non halal. Cara membedakannya teman-teman cukup melihat penjualnya yang menggunakan hijab. FYI, hanya ada 3 kios yang menjual makanan halal.

Terdapat juga tempat karaoke kalau kamu pede nyanyi di depan banyak orang. Semakin malam Siniawan Night Market semakin ramai dikunjungi oleh turis dari berbagai daerah yang memadati pasar kuliner Siniawan. Aku dan teman-teman Blogger Indonesia berjalan sambil melihat lihat kios makanan. Belum terpikirkan saat itu aku mau makan apa karena melihatnya aja udah kenyang friends ๐Ÿ˜€

Ckrek By : Dyah

Ckrek By : Dyah

Saking banyaknya kios yang menjual beraneka ragam makanan ingin rasanya mencoba semuanya. Ohya, untuk harga kamu jangan khawatir masih terjangkau kok. Pokoknya Siniawan Night Market cocok untuk kamu yang ingin berpetualang rasa aseek kan! ๐Ÿ˜€

siniawan night market

berani coba jajanan ini?

Video dokumentasi makanan enak di Siniawan :

siniawan night market

pose dulu boleh kan.. bersama Tim Hore

Top Spot Restaurant

Tempat makan kedua yaitu Top Spot Restaurant alias surganya makanan seafood. Tempat ini disebut Top Spot karena merupakan tempat menikmati hidangan yang berada di puncak teratas dari sebuah bangunan yang mempunyai 6 lantai. Salah satu didalamnya terdapat Top Spot Foodcourt Kuching, yaitu Foodcourt yang menaungi lebih dari 10 restoran. Kami harus melewati beberapa anak tangga untuk sampai ke atas. Top Spot Foodcourt Kuching beroperasi setiap malam, jadi jangan khawatir untuk dapat menikmati suguhan kuliner disini ya. Oh iya, Top Spot Foodcourt ini dikenal sebagai tempat untuk para pecinta seafood lho, karena makanan yang ada disini didominasi oleh makanan berjenis seafood. So, bagi kamu nih yang doyan makanan seafood, ini tempat yang paling tepat buat kamu. Saat kami datang tempat ini penuh sesak dan untungnya meja kami sudah dipesan sebelumnya.

Di Top Spot Restaurant ini aku dan teman lainnya memesan berbagai macam menu makanan seafood ( karena udah kelaparan tingkat dewa ), mulai dari kerang bambu tumis, ocien tiram, udang asam manis, tumis midin/pakis, ikan kerapu kukus, udang butter, cumi saus tiram serta sup haisom dan minuman sirup berwarna merah untuk pelepas dahaga.

Kami duduk dimeja bundar dan menunggu pesanan kami datang. Makanan apa saja yang aku makan? Langsung saja lihat gambar di bawah ini:

Namanya kepiting saus telur asin, rasanya cukup jauh berbeda dari kepiting di Singkawang. Cangkangnya yang tidak terlalu keras jadi mudah untuk dipecahkan. Hilang sudah rasa jaim saat makan kepiting yang yang satu ini ๐Ÿ˜€

Kalau aku biasanya menyebut sayur ini sayur pakis tapi di Top Spot disebut midin atau miding kalau di Singkawang. Ohya, tumis sayur pakis ini adalah sayuran favoritku apalagi kalau ditambah udang ebi hmm.. nambah lagi dong.

Namanya Kerang Bambu. Ini kali pertama aku makan makanan ini. Kerang plus bambu muda jadi satu dengan bumbu khas Top Spot yang menambah rasa sedapnya.

Nah kalau ini bukan udang goreng biasa namanya udang butter rasanya udah pasti beda dari udang tepung biasanya.

Sup haisom merupakan sajian berupa sup namun didalamnya terdapat teripang yang sangat kenyal.

Ocien berasal dari kata Oyster Cien yaitu opak raksasa yang didalamnya terbuat dari tiram besar. Supaya rasanya makin mantap cara makannya kamu harus mencelupkan potongan gorengan tepung tiram ini kedalam kecap ikan yang sudah disediakan didalam mangkok kecil. Ingat, bagi bagi ya ๐Ÿ˜€

Gak sah kalau seorang Blogger dan Instagramer kalau gak update di medsos jadilah kita sesi foto-foto makanan dulu. Sabar ya makanan enak, kami mau foto-foto dulu abisnya jarang ketemu kamu. Meski malam itu aku tidak terlalu lapar tapi karena melihat makanan enak di depan mata tiba-tiba perut ini kosong dengan sendirinya haha :D.

Terima kasih Sarawak Tourism Board dan Air Asia sudah memanjakan mata dan lidah ini untuk mengeksplor Sarawak. Lain waktu aku pasti kembali untuk mengunjungi wisata dan kuliner lainnya di Sarawak. Yuk, kita jalan jalan bareng ๐Ÿ™‚

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Banner