Berpetualang ke Desa Temajuk Naik Mobil

Temajuk Naik Mobil – Liburan kali ini aku dan rombongan yang kami sebut Tim HORE berpetualang ke Desa Temajuk naik mobil. Ini adalah perjalanan kedua bagiku ke Temajuk dan yang pertama menggunakan mobil karena sebelumnya aku berpetualang bersama teman-teman naik motor. Bagi Tim Hore ini adalah yang pertama kalinya mengunjungi Desa Temajuk. Jumlah rombongan enam belas orang kami berangkat dengan tiga buah mobil. Rombongan berangkat dari Kota Singkawang jam enam pagi tiba di Temajuk jam lima sore kurang lebih 11 jam perjalanan sudah termasuk istirahat dan singgah di rumah kenalan untuk berlebaran.

istirahat makan siang berpetualang ke desa temajuk naik mobil
Istirahat makan siang di daerah Pimpinan, Paloh

Cerita Petualangan ke Desa Temajuk naik mobil

Selasa, 27 Juni 2017

Pukul 09.00 WIB kami tiba di penyeberangan Teluk Kalong, Sekura untuk menyeberang menuju Paloh lumayan lama menunggu giliran menyeberang karena memang lagi musim liburan.

pelabuhan penyeberangan berpetualang ke desa temajuk naik mobil
Pelabuhan Penyeberangan Teluk Kalong, Sekura

Pukul 10.21 WIB kami istirahat di daerah Pimpinan, Paloh untuk makan siang, kemudian kami melanjutkan perjalanan menuju penyeberangan kedua yaitu Pelabuhan Penyeberangan Sumpit.
Pukul 13.45 WIB kami tiba di Pelabuhan Penyeberangan Sungai Sumpit menuju Desa Ceremai lagi lagi harus mengantri cukup lama untuk menyeberang sabar… sabar…

penyeberangan sumpit berpetualang ke desa temajuk naik mobil
Pelabuhan Penyeberangan Sumpit

Dari Desa Ceremai perjalanan dilanjutkan menuju Desa Temajuk dengan jalan yang agak sempit. Di tengah perjalanan kami sempat dihentikan oleh pengemudi mobil lainnya untuk menginformasikan kepada kami bahwa di depan ada jalan yang tidak bisa dilalui oleh mobil karena jembatan yang rusak. Kami pun harus mencari lokasi untuk memutar balik. Setelah menemukan jalur yang dimaksud kami kembali melanjutkan perjalanan seperti biasa melewati jalan yang penuh debu dan pasir.

jalan menuju desa temajuk naik mobil
Jalan menuju Desa Temajuk

Entah kenapa setelah melihat tugu selamat datang ini dari kejauhan rasanya bahagia banget…

tugu selamat datang Desa Temajuk
Tugu selamat datang yang sudah tampak dari kejauhan

Pukul 17.11 WIB kami tiba di rumah perantara yang menyewakan kami penginapan. Jadi sebelumnya kami sudah menyewa penginapan dari seorang kenalan yang tinggal di Temajuk, namun karena ada miscommunication  akhirnya uang yang sudah kami bayarkan hangus dan kami tidak bisa menginap di penginapan tersebut. Singkat cerita terjadi sedikit ketegangan dan kepanikan mengingat Temajuk lagi ramai ramainya dan penginapan juga banyak yang penuh tapi untungnya semua dapat teratasi dengan baik dan lancar.

Sementara merumput dulu

Setelah mencari jalan keluar akhirnya kami mendapatkan penginapan yang cukup nyaman dan yang terpenting bisa dilalui mobil.

penginapan di temajuk berpetualang ke temajuk naik mobil
Penginapan di Desa Temajuk
penginapan di temajuk bisa parkir mobil
Parkir mobil

Akhirnya kami bisa beristirahat dengan tenang.

Rabu, 28 Juni 2017

Hari kedua, Pukul 08.34  WIB kami berkunjung ke wisata Pantai Batu Nenek. Ada beberapa petunjuk untuk menuju ke Pantai Batu Nenek namun kebanyakan jalur tersebut adalah jalur untuk motor karena kondisi jalan yang sempit dan licin. Setelah bertanya dengan warga sekitar akhirnya kami bisa menemukan jalan menuju ke Pantai Batu Nenek dengan memarkirkan mobil di depan rumah warga dan berjalan kaki sekitar 100 meter menuju pantai.

pantai batu nenek berpetualang ke desa temajuk naik mobil
Jalan kaki sekitar 100 meter menuju pantai
jalan menuju pantai batu nenek di desa temajuk
Jalan menuju pantai
pantai batu nenek temajuk
Pantai Batu Nenek, Temajuk
pantai batu nenek, temajuk berpetualang di desa temajuk naik motor
berendam di Pantai Batu Nenek, Temajuk

Setelah puas bermain air di pantai kami melanjutkan perjalanan ke Pantai Teluk Atong namun, masalahnya adalah jalan menuju Pantai Teluk Atong hanya bisa dilalui oleh kendaraan motor.
Lagi-lagi satu satunya cara yang paling aman saat tersesat adalah bertanya dengan warga sekitar. Setelah bertanya kepada warga desa akhirnya ada seorang Bapak yang mau menuntun kami ke jalur jalan menuju Pantai Teluk Atong dengan kata-katanya yang sedikit menegangkan
“Bisa kesana pakai mobil kalau berani Pak,  karena jalannya tanjakan dan turunan” karena kami Tim HORE adalah para pemberani hehe.. akhirnya kami pun menyanggupi.

Benar saja medan pertama yang harus kami lalui adalah jalan tanah kuning yang licin karena malam harinya diguyur hujan.

Kondisi jalan yang bisa dilalui mobil setelah diguyur hujan menuju Pantai Teluk Atong
Jalur jalan menuju Pantai Teluk Atong

tantangan pertama bisa dilalui lanjut tantangan selanjutnya..

Jalur jalan menuju Pantai Teluk Atong

Ini adalah jalur yang cukup menegangkan karena melihat kondisi tanah kuning yang becek dan licin. Beberapa penumpang memilih untuk turun untuk mengurangi beban kendaraan termasuk aku hehe…

Senyum dulu lah ya sebelum jalan kaki menanjak hehe..

Setelah melewati tanjakan yang paling tinggi kami bertemu dengan Pak Atong yang sedang mengarahkan para pengunjung yang ingin ke pantai yang dikelola oleh Pak Atong sendiri, kemudian beliau yang menuntun kami melewati jalan yang lebih aman untuk dilalui tidak terlalu banyak tanjakan dan turunan.

Pak Atong menuntun kami menuju pantai yang dikelola oleh beliau sendiri

Akhirnya setelah rombongan lengkap kami beristirahat di kantin milik Pak Atong sambil mendengarkan cerita beliau. Ternyata jalur jalan  untuk dilalui mobil itu adalah jalan baru yang dibuka agar memudahkan pengunjung menuju penginapan Teluk Atong Bahari dan penginapan di sekitarnya.

Bersantai di kantin milik Pak Atong
Makan siang di tepi pantai Pak Atong
Kakak Blogger Silaturahmi dengan Pak Atong

Setelah makan siang rombongan Tim HORE keliling pantai Teluk Atong.

Keliling Pantai Teluk Atong
wisata pantai teluk atong
Keliling Pantai Teluk Atong

Kemudian kami melanjutkan perjalanan ke perbatasan Indonesia Malaysia di Desa Temajuk. Jalan yang dilalui cukup sempit hanya bisa dilewati sebuah mobil belum lagi banyak terdapat jembatan kecil dengan jarak yang berdekatan ditambah kendaraan motor yang banyak berlalu lalang jadi harus sangat berhati-hati.

perbatasan indonesia malaysia di temajuk
Jalur jalan menuju perbatasan
jalan menuju perbatasan indonesia malaysia di temajuk
Jalur jalan menuju perbatasan yang banyak jembatan kecil

Pukul 14.09 WIB kami tiba di perbatasan.

pos perbatasan desa temajuk
Pos perbatasan

Untuk bisa masuk daerah perbatasan yaitu menuju Pantai Teluk Melano harus menggunakan kendaraan motor. Pengunjung yang menggunakan mobil bisa menyewa motor dengan tarif Rp 15.000. Aku dan rombongan memilih untuk berfoto foto di depan gerbangnya saja.

Karena masih banyak waktu kami melanjutkan perjalanan kembali ke Pantai Batu Nenek sambil menunggu momen sunset.

wisata pantai batu nenek di desa temajuk
Pantai Batu Nenek dengan pasir yang lembut dan airnya yang jernih
Tim HORE
Bermain air di tepi pantai
Sunset di Pantai Batu Nenek
Sunset di Pantai Batu Nenek

Kamis, 29 Juni 2017

Hari terakhir di Temajuk, setelah sarapan pagi kami menuju Rumah Terbalik di Camar Bulan Resort. Sayangnya aku dan rombongan tidak bisa berfoto di depan obyek wisata yang cukup terkenal di Temajuk ini karena di sekelilingnya sudah dipasang pagar kayu untuk masuk ke dalam kawasan Camar Bulan Resort harus membayar tiket Rp 25.000 (sebelumnya Rp 10.000) diluar maupun masuk ke dalam rumah. Tapi tidak apa-apa untuk menghapus rasa kecewa aku dan rombongan tetap mengabadikan momen di depan Rumah Terbalik meski dihalangi pagar kayu. Kalau teman-teman ingin melihat apa saja yang ada di dalam Rumah Terbalik, aku pernah menulis artikel tentang Rumah Terbalik teman-teman bisa baca di sini Rumah Terbalik Temajuk .

Meskipun terhalang pagar kayu..

Kemudian kami melanjutkan perjalanan ke tugu selamat datang.

Tugu selamat datang

Ohya, sebelum pulang kami mendapatkan informasi dari tuan rumah tempat kami menginap bahwa ada jalur darat menuju Singkawang tanpa melewati penyeberangan sekaligus bisa menuju perbatasan Aruk. Akhirnya kami setuju untuk melewati jalan tersebut dan disinilah petualangan kedua dimulai.

Pukul 09.00 WIB kami memulai perjalanan.
Kami melewati beberapa rintangan mulai dari biasa aja sampai yang ekstrim namun dibalik jalan yang ekstrim terdapat pemandangan yang cantik membuat aku dan rombongan rela turun berpanas-panasan untuk mengambil gambar.

jalan menuju aruk
Perjalanan menuju perbatasan Aruk
perjalanan menuju aruk
Rela berpanas panasan untuk berpose dengan latar belakang pemandangan gunung yang cantik
Medan jalan dari Temajuk menuju Aruk
Pose bahagia setelah berhasil melewati tanjakan dengan berjalan kaki

Pukul 12.16 WIB kami tiba di perbatasan Aruk, Sajingan Sambas.

Pos Lintas Batas Negara Terpadu ARUK
Pos Lintas Batas Negara, Aruk
Perbatasan Aruk Indonesia
Foto bersama Tim HORE perbatasan Aruk
Petunjuk arah ke Singkawang

Dan akhirnya kami pulang ke Singkawang perjalanan yang sangat menegangkan sekaligus menyenangkan. Ada beberapa tips untuk teman-teman yang berencana ke Temajuk naik mobil :

  1. Persiapkan kendaraan dengan sebaik-baiknya
  2. Bawa bahan bakar kendaraan cadangan untuk berjaga kalau kehabisan bahan bakar di perjalanan
  3. Belajar dari pengalaman kalau bisa jangan pergi ketempat yang sedang hits contohnya Desa Temajuk ini disaat musim liburan karena ramai pengunjung jadi tidak bisa fokus menikmati suasananya kecuali kalau teman-teman suka dengan keramaian
  4. Belajar dari pengalaman juga jangan percaya dengan calo penginapan hehe.. minimal ajak teman yang sudah pernah ke sana dan tanya langsung ke tempat penginapannya (dan ingat untuk menyimpan nomor kontak penginapan di sana).
  5. Jika teman-teman bepergian bersama rombongan sebaiknya pilih penginapan seperti rumah penduduk (homestay) karena untuk menghemat biaya konsumsi kita bisa meminjam dapur untuk memasak
  6. Jika teman-teman bingung menentukan arah dan jalan jangan ragu untuk bertanya dengan penduduk setempat karena mereka sangat ramah dan siap membantu

Kesan keduaku mengunjungi Desa Temajuk adalah ramai, sesak, dan banyak perubahan. Ini ceritaku di Temajuk bersama rombongan Tim HORE semoga bermanfaat buat teman-teman yang berencana mengunjungi tempat ini menggunakan kendaraan mobil.

Selamat berkunjung.
Salam muter-muter
Share dan like kalau kamu senang dengan tulisan ini.
#BloggerSingkawang

Terima kasih.

(video perjalanan menyusul)

Leave a Reply