online gathering wonderful papua
Wonderful Papua

Momen Berkesan Online Gathering Wonderful Papua di Hari Hutan Indonesia

Ting… bunyi notifikasi email masuk ke hapeku. Aku mengambil hape yang terletak di meja dan membuka aplikasi email. Kulihat ada pesan masuk yang berisi undangan Online Gathering Econusa x BP Network live on Zoom. Wah apa ini? pikirku. Aku mulai membaca satu persatu isi pesan email tersebut. Aku terpilih menjadi salah satu dari 30 peserta lainnya. Bahagia rasanya aku bisa mengikuti online gathering Wonderful Papua bersama teman-teman blogger se-Indonesia. Kucatat lengkap waktu pelaksanaannya supaya tidak lupa. Tak sabar rasanya bertemu pembicara dan teman-teman peserta online gathering lainnya. Menariknya lagi, peserta diberikan paket spesial khas Papua yang dikirim ke alamat masing-masing. Hampers atau paket berisi kopi Wamena, tote bag, dan notebook yang lucu.

hampers online gathering wonderful papua

paket spesial khas Papua

Saat yang ditunggu-tunggu pun tiba. Tepat di Hari Hutan Indonesia yaitu tanggal 7 Agustus online gathering Wonderful Papua dimulai pukul 15.00 – 16.30 WIB. Semua peserta sudah hadir pada Zoom Meeting lebih awal.

wonderful papua

nyobain kopi Wamena Papua

Sejarah Hari Hutan Indonesia

Tanggal 7 Agustus diperingati sebagai Hari Hutan Indonesia. Mengapa? karena ini adalah momen yang didedikasikan untuk mengingat dan mensyukuri keberadaan hutan Indonesia. Serta segala kekayaan yang ada di dalamnya seperti : air, flora, fauna, sumber makanan, simpanan karbon, dan akar budaya Indonesia.

Permintaan penetapan Hari Hutan Indonesia sudah dimulai sejak 3 tahun yang lalu melalui petisi di change.org/jagahutan . Hingga saat ini petisi tersebut sudah ditandatangani lebih dari 1,4 juta orang.

Tanggal 7 Agustus merupakan waktu dimana penandatanganan Inpres No.5/2019 tentang Penghentian Pemberian Izin Baru dan Penyempurnaan Tata Kelola Hutan Primer dan Lahan Gambut. Hal ini adalah sebuah komitmen nyata dan batu loncatan untuk jaga hutan.

Tema Hari Hutan Indonesia yang pertama ini adalah : Hutan Kita Juara

Dengan keanekaragaman hayati terbesar ke-2 dan luas hutan hujan tropis terbesar ke-3 di dunia, hutan kita adalah aset. Hutan Indonesia adalah aset yang membuat bangsa ini menjadi bangsa juara.

live wonderful papua

Online Gathering Wonderful Papua

wonderful papua

Tahukah kamu Papua merupakan salah satu pulau di Indonesia yang memiliki wilayah hutan yang sangat luas. Berdasarkan laporan yang dibuat oleh EcoNusa Indonesia pada tahun 2017 luas hutan di provinsi Papua dan Papua Barat adalah 33.710.523,22 hektar. Sungguh sangat luas ya.

Pada acara online gathering Wonderful Papua bertajuk Papua Destinasi Hijau kami diajak untuk mengetahui lebih dalam kekayaan dan kebudayaan Papua. Acara gathering ini juga disiarkan secara langsung di Youtube EcoNusa. EcoNusa dan Blogger Perempuan menghadirkan pembicara yang keren-keren. Ada CEO EcoNusa Bang Bustar Maitar, Ketua Asosiasi Homestay Raja Ampat Bapak Kristian Sauyai, dan perwakilan anak muda Papua Alfa Ahoren yang berbagi pengalamannya menjaga kelestarian alam Papua.

Tentang Papua destinasi hijau aku sudah menuliskannya di Pesona Papua Destinasi Wisata Hijau Dengan Alamnya yang Memukau.

Susunan Acara Online Gathering Wonderful Papua

Acara gathering dimulai dengan opening dari host yaitu kak Jeni Karay @jenikaray seorang Papua Social Media Influencer, Commodity Ambassador of Papua dan West Papua. Kak Jeni menyapa dan berkenalan dengan kami satu persatu. Setelah itu acara dilanjutkan dengan bermain kuis. Melalui aplikasi Quizizz kami berlomba menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ditampilkan di layar monitor. Pertanyaannya juga cukup mudah yaitu tentang destinasi wisata hijau di Papua.

Kuis selesai dilanjutkan pemutaran video singkat dari EcoNusa. Video ini berisi tentang apa arti hutan bagi masyarakat di kampung Malagufuk. Silahkan ditonton ya.

Setelah pemutaran video selanjutnya pemaparan yang disampaikan oleh CEO EcoNusa⁣, Bang Bustar Maitar.

Visit Before Disapear

Bang Bustar yang lahir dan besar di Sentani, Papua menceritakan keindahan destinasi hijau di Papua. Apakah yang dimaksud dengan destinasi hijau? Hijau di sini bukan saja tentang hutan tapi lebih daripada itu. Papua destinasi hijau berarti bahwa kita harus bersama-sama menjaga kelestarian alam destinasi wisata di Papua.

Papua merupakan salah satu pulau terbesar di Indonesia. Tempat yang sangat unik dimana terdapat banyak spesies endemik seperti burung Cenderawasih, burung Kasuari dan lain-lain. Destinasi yang sudah dikelola dengan baik dan lingkungan yang bersih demikian juga pengunjung harus menjaga alam yang ada.

Dalam penyampaiannya juga Bang Buster menceritakan bagaimana masyarakat di kampung Malagufuk yang berusaha menjaga wilayahnya dari ancaman akan diubah menjadi kebun kelapa sawit. Ini sungguh dilematis sekali.

Lalu bagaimana jika nanti destinasi ekowisata yang sudah dikelola dengan baik itu berubah menjadi kebun kelapa sawit? masihkah kita bisa melihat burung Cenderawasih di sana?

Raja Ampat Bukan Raja Sampah

Ingat Raja Ampat bukan Raja Sampah. Jadi perlu diperhatikan kalau ke Raja Ampat mari jaga kebersihan lingkungan. Jangan membawa sampah ke Raja Ampat.

Jika Bang Bustar Maitar menyampaikan tentang destinasi hijau, Bapak Kristian bercerita tentang apa saja tantangan pengelolaan homestay di Raja Ampat. Ada tiga poin tantangan yang dihadapi dalam mengelola homestay di Raja Ampat :

1. Kurangnya pengetahuan Bahasa Inggris
Hampir seluruh pengunjung Raja Ampat adalah wisatawan asing yang menggunakan Bahasa Inggris. Kurangnya pengetahuan berbahasa Inggris membuat pengunjung homestay berkurang karena biasanya tamu akan bosan karena tidak adanya interaksi antara tamu dan pemilik homestay.

2. Persaingan harga antara resort dan homestay
Semakin banyaknya resort yang berdiri di Raja Ampat membuat persaingan harga semakin ketat. Resort yang seharusnya punya standar harga sendiri mulai memasang harga yang sama seperti di homestay. Ini membuat pengunjung homestay lebih memilih menginap atau berlibur di resort daripada di homestay.
3. Kurangnya fasilitas pendukung wisata di homestay
Terbatasnya fasilitas pendukung di homestay seperti alat snorkling, dive center membuat homestay kurang dilirik wisatawan.

Inilah pekerjaan rumah yang harus dihadapi oleh pengelola homestay di Raja Ampat seperti yang disampaikan oleh Bapak Kristian. Meskipun begitu, Bapak Kristian dan kawan-kawan tetap semangat mengelola homestay miliknya agar tetap unik dan tetap ramah lingkungan.

Sebelum ke Surga ke Tanah Papua

“Sebelum ke surga ke tanah papua” ungkapan ini disampaikan Alfa Ahoren selaku pembicara mewakili anak muda Papua. Ya, Papua sungguh seksi dilihat dari segi mana saja tetap seksi. Mulai dari pariwisatanya hingga budayanya. Paling utama disampaikan oleh Alfa adalah tumbuhkan rasa cinta dan rasa memiliki mulai dari diri sendiri.

Hutan adalah rumah bagi flora dan fauna yang ada di Papua. Bahkan hutan juga sebagai rumah bagi masyarakat Papua. Maksudnya adalah orang Papua hidup berdampingan dengan alam. Seperti yang disaksikan sendiri oleh Alfa bahwa kehidupan masyarakat di Pegunungan Arfak yang masih bergantung pada alam. Bayangkan jika hutan Papua hilang, maka Papua tidak indah lagi dimata dunia.

Kesimpulan

Papua adalah destinasi impian banyak orang, termasuk aku sendiri. Memang mengunjungi Papua butuh biaya yang tidak murah. Harus rajin-rajin menabung hehe.. Ini adalah momen berkesan untuk aku mengenal Papua dan keindahannya. Mengikuti Online Gathering Wonderful Papua di Hari Hutan Indonesia membuatku semakin cinta akan tanah air. Papua luar biasa, ku mengaguminya sampai ke lubuk hati terdalam. Semoga Papua selalu indah, selalu seksi dan tentunya sebelum ke surga aku ingin ke Papua.

tote bag kesayangan

Sekarang jadi suka bawa tote bag lucu ini kemana-mana. Terima kasih Econusa dan Blogger Perempuan Network.

This Post Has One Comment

  1. Pingback: Cerita Jaga Hutan dan Kearifan Lokal Masyarakat di Hutan Adat Sungai Utik - Ini Multi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Banner